Persiapan Help Desk ID-COP

Persiapan Help Desk ID-COP

Setiap kamis, help desk ID COP akan hadir di KPAI untuk membantu masyarakat dalam menangani permasalah online yang dihadapi anak-anak. Perkembangan teknologi internet yang cukup maju ini juga memiliki dampak negatif dan mengancam anak Indonesia. Kejahatan di dunia cyber semakin meningkat, anak menjadi korban kejahatan seksual, pornografi, prostitusi, trafficking, bullying, dll secara online. Hal ini terlihat pada maraknya pemberitaan mengenai berbagai kejahatan yang terjadi pada anak baik itu melalui media elektronik, media cetak maupun media televisi.

Menurut data dari putusan Mahkamah Agung yang berhasil ECPAT Indonesia kumpulkan ada 35 putusan kasus pornography anak yang melibatkan 30 korban anak perempuan dan 5 korban anak laki-laki selama tahun 2010-2014. Angka ini sangat kecil jika di bandingkan dengan kasus yang sebenarnya terjadi seperti data dari NCMEC (National Center of Missing and Exploited Children) yang menunjukan bahwa di Indonesia situasi eksploitasi seksual anak melalui facebook saja sudah mencapai 18.747 dalam kurun waktu 1 juni 2012 sampai 15 september 2012.

Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada tahun 2010, sebanyak 80 juta anak-anak terbiasa mengakses situs pornografi dan jumlahnya kiat meningkat setiap tahun. Sementara itu, 90% anak terpapar pornografi di internet terjadi saat berusia 11 tahun, dan sebagian besar terjadi saat mereka mengerjakan tugas sekolahnya (Ropelato, 2011).

‘Pornografi menempati posisi teratas dalam kategori dan jumlah data situs yang mengandung konten negatif.  Hal ini semakin didukung oleh lemahnya regulasi pemerintah mengenai pornografi yang menyebabkan semakin meningkatnya jumlah pengakses situs pornografi,’ ungkap DNS Nawala.

Perlindungan terhadap anak di online harus ditingkatkan apalagi di dunia online, melihat kemajuan technology yang semakin canggih yang membutuhkan kita tidak hanya mengawasi dan mengontrol anak secara langsung, namun juga perlu pengawasan di dunia online

Pengaduan kasus pornography dan cybercrime di KPAI juga sangat tinggi, dari tahun 2011-2014 ada sejumlah 932 pengaduan. Hal ini menunjukan perlunya treatment khusus untuk menangani masalah ini.

Mengingat kebutuhan lebih untuk perlindungan terhadap anak di online, KPAI dan jaringan yang tergabung dalam ID-Cop (Indonesia Children Online Protection) yang terdiri dari Yayasan Nawala Indonesia, ECPAT Indonesia, Fatayat NU, Google Indonesia, ICT Watch Indonesia, Relawan TIK dan Yayasan Sejiwa berinisiatif untuk membentuk Help Desk yang bertempat di KPAI sebagai layanan konsultasi apabila masyarakat atau orang tua memerlukan masukkan agar anak-anak mereka bisa terhindar dari kejahatan di dunia maya yang dapat menimpa anak kapan pun dan sebagai sarana rujukan untuk melaporkan permasalahan yang menimpa anak-anak.

Untuk mempersiapkan help desk ini, anggota jaringan ID-Cop diberikan pelatihan untuk menangani pengaduan yang diterima. Pelatihan ini diadakan pada hari jumat 29 Mei 2015 di Kantor KPAI yang dihadiri sekitar 10 peserta. Pelatihan ini diisi oleh KPAI, ECPAT Indonesia, DNS Nawala, KOMINFO, Google Indonesia, dan ICT Watch.

sumber:  ECPAT Indonesia

About the Author

idcop administrator